Seorang pelanggan AT&T menerima tagihan roaming yang mengejutkan sebesar $19,500 setelah hanya dua hari penggunaan data internasional, hal ini menunjukkan besarnya biaya yang terkait dengan biaya operator seluler di luar rencana yang telah diatur sebelumnya. Insiden tersebut, yang dibagikan di forum r/ATT Reddit, menggarisbawahi pentingnya mengelola pengaturan roaming internasional sebelum melakukan perjalanan.

Insiden: Kejutan $19,500

Pelanggan dengan sengaja menghapus International Day Pass AT&T senilai $12 per hari, dengan tujuan untuk mengandalkan kartu SIM lokal dan Wi-Fi. Namun, eSIM aktif tetap aktif selama 24 jam pertama perjalanan. Pada saat biaya tersebut diketahui, satu jalur layanan telah dikenakan biaya sebesar $18.600, sementara jalur sekunder ditangguhkan setelah melebihi $1.000.

Rincian Biaya: $2.000 Per Gigabyte

Tarif data internasional AT&T tanpa Day Pass sangat tinggi: $2.000 per gigabyte. Pelanggan menghitung bahwa mereka ditagih sekitar $900 untuk setiap delapan menit penggunaan data, atau sekitar $110 per menit.

Mengapa Ini Penting: Jebakan Roaming Default

Kasus ini menunjukkan betapa mudahnya biaya roaming internasional menjadi tidak terkendali. Operator seluler sering kali menerapkan tarif bayar sesuai pemakaian yang mahal ketika paket prabayar tidak diaktifkan. Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi operator dan apakah pelanggan sudah cukup diperingatkan tentang biaya-biaya ini sebelum menanggungnya.

Pengalaman pelanggan merupakan pengingat bahwa memeriksa dan menonaktifkan roaming internasional sebelum melakukan perjalanan, atau membeli kartu SIM lokal, dapat mencegah tagihan besar yang tidak terduga.

Insiden ini menjadi sebuah kisah peringatan: selalu verifikasi pengaturan roaming internasional Anda dengan operator Anda sebelum melakukan perjalanan, atau berisiko melumpuhkan biaya.