Menjelajahi ruang tunggu bandara seringkali menjadi hal yang menarik dalam perjalanan jarak jauh, namun tidak semua pengalaman diciptakan sama. Saat transit baru-baru ini melalui Paris Charles De Gaulle (CDG) dalam perjalanan ke Bangkok, saya mengunjungi Primeclass Lounge di Terminal 2. Meskipun berfungsi sebagai ruang fungsional untuk beberapa maskapai penerbangan, pengalaman menunjukkan bahwa fasilitas tersebut kesulitan memenuhi ekspektasi wisatawan modern.
Lokasi dan Aksesibilitas
Lounge Primeclass terletak di Terminal 2A-2C. Setelah melewati keamanan, ikuti petunjuk arah menuju berbagai ruang tunggu maskapai (seperti Emirates Lounge atau American Admirals Club). Lounge terletak di lantai atas, dapat diakses melalui tangga atau lift.
Jam Operasional:
Lounge umumnya buka setiap hari mulai 06.00 hingga 21.30, namun jam tersebut mungkin sedikit berubah untuk menyesuaikan dengan jadwal penerbangan.
Persyaratan Masuk dan Kendala Akses
Salah satu kelemahan penting bagi yang sering bepergian adalah Primeclass Lounge tidak berpartisipasi dalam program Priority Pass. Sebaliknya, ia beroperasi sebagai ruang kontrak untuk berbagai operator, termasuk:
– Udara Kanada
– Udara India
– Maskapai Penerbangan Inggris
– Maskapai Ethiopia
– Airkalin
Catatan tentang Akses: Wisatawan harus mengetahui kebijakan “waktu keberangkatan” yang ketat. Mencoba masuk terlalu jauh sebelum penerbangan dapat mengakibatkan penolakan masuk hingga jendela tertentu terbuka.
Selama kunjungan saya, proses check-in sangat tidak terorganisir. Meskipun diminta untuk kembali pada interval tertentu (12 menit, lalu 15 menit), saya berulang kali ditolak oleh staf yang tidak dapat memberikan waktu pasti untuk masuk. Pada akhirnya, seorang supervisor harus turun tangan untuk “membuka” penerbangan di sistem untuk mengizinkan akses.
Fasilitas dan Suasana: Peninggalan Masa Lalu
Lounge tersebut saat ini beroperasi di bawah merek Primeclass, tetapi asal-usulnya terlihat jelas. Awalnya dirancang sebagai Etihad Lounge, dibuka pada tahun 2013. Ketika Etihad mengurangi operasi lounge-nya pada tahun 2021 untuk mengelola biaya, ruang tersebut beralih ke model kontrak saat ini.
Sejarah ini terlihat jelas dalam lingkungan fisik:
* Tata Letak: Ruang seluas 620 meter persegi ini dibagi menjadi area tempat duduk utama dengan deretan kursi menghadap, area makan/bar dengan berbagai ketinggian tempat duduk, dan ruang bermain khusus anak.
* Kondisi: Lounge terasa ketinggalan jaman. Desainnya sebagian besar tidak berubah selama lebih dari satu dekade, dan terlihat kurangnya pemeliharaan baru-baru ini. Perabotan terasa goyah, dan kebersihannya tidak konsisten.
* Fasilitas: Stopkontak listrik langka dan sering kali tidak dapat diandalkan. Meskipun lounge tersebut memiliki kamar mandi dan musala (sisa-sisa era Etihad), fasilitas shower tampaknya sudah tidak dapat digunakan.
Makan dan Minuman
Layanan makanan dan minuman mengikuti model layanan mandiri standar yang khas dari ruang tunggu kontrak. Meskipun bukan hidangan gourmet, pilihannya cukup untuk menghabiskan waktu.
Pilihan Makanan:
– Pilihan Dingin: Salad, sayuran, potongan daging dingin, keju, dan berbagai yogurt/makanan penutup.
– Pilihan Pedas: Nasi basmati, ayam lemon dan thyme, daging sapi muda dengan jamur, dan sayuran berbumbu.
Pilihan Minuman:
– Minuman keras dan anggur swalayan.
– Minuman ringan dalam kemasan, jus, dan air.
– Stasiun kopi dan teh.
Keputusan Akhir
Primeclass Lounge di CDG adalah fasilitas yang fungsional, meski membosankan. Ini pada dasarnya adalah ruang warisan—bekas ruang tunggu maskapai penerbangan premium yang diubah fungsinya menjadi penggunaan kontrak—dan ini menunjukkan kerusakan akibat transisi tersebut.
Apakah itu layak?
Jika Anda menerbangkan maskapai penerbangan yang menggunakan lounge ini dan Anda memerlukan tempat duduk, ini adalah pilihan yang bisa diterima. Namun, karena infrastruktur yang menua dan layanan yang tidak konsisten, destinasi ini bukanlah destinasi yang layak untuk dikunjungi atau dinikmati lebih awal.
Ringkasan: Primeclass Lounge adalah pilihan “tengah jalan” yang menyediakan kebutuhan dasar tetapi tidak memiliki layanan modern dan dapat diandalkan yang ditemukan di lounge bandara premium.





















