Maskapai penerbangan Qanot Sharq asal Uzbekistan akan memulai penerbangan non-stop dua kali seminggu antara Tashkent (TAS) dan New York (JFK) mulai 3 Mei 2026. Hal ini menandai ekspansi yang signifikan bagi maskapai yang relatif muda ini dan memperkenalkan opsi lain bagi pelancong antara Asia Tengah dan Amerika Serikat.
Detail dan Jadwal Rute
Layanan baru, yang ditetapkan sebagai penerbangan HH101 (Tashkent ke New York) dan HH102 (New York ke Tashkent), akan beroperasi pada hari Rabu dan Minggu.
- HH101: Berangkat dari Tashkent pukul 11.20, tiba di New York pukul 15.40 waktu setempat. Durasi penerbangan kurang lebih 13 jam 20 menit.
- HH102: Berangkat dari New York pukul 17.10, tiba di Tashkent pukul 14.40 keesokan harinya. Durasi penerbangan kurang lebih 12 jam 30 menit.
Maskapai ini akan mengoperasikan rute tersebut menggunakan pesawat Airbus A330-200 dengan konfigurasi 266 kursi: 18 di kelas bisnis (flat bed dengan tata letak 2-2-2) dan 248 di kelas ekonomi.
Qanot Sharq: Maskapai yang Meningkat
Didirikan pada tahun 2021, Qanot Sharq dengan cepat mengembangkan armadanya hingga mencakup tujuh pesawat: dua A320, dua A321neo, satu A321XLR, dan dua A330-200. Ekspansi maskapai ini ke rute jarak jauh sangatlah penting, terutama mengingat skalanya yang relatif kecil.
Qanot Sharq saat ini berfokus pada destinasi berorientasi rekreasi, sering kali menawarkan harga yang kompetitif dibandingkan dengan Uzbekistan Airways. Dua unit A330 milik maskapai ini merupakan pesawat bekas Air China, yang dikirimkan pada tahun 2024-2025 dan rata-rata beroperasi selama 15 tahun.
Persaingan dan Konteks Pasar
Qanot Sharq akan bersaing langsung dengan Uzbekistan Airways yang telah mengoperasikan hingga lima penerbangan mingguan pada rute yang sama dengan menggunakan nomor penerbangan yang sama (HY101/102). Uzbekistan Airways memiliki kehadiran yang lebih mapan dan jaringan yang lebih luas untuk menghubungkan penumpang.
Agar berhasil, Qanot Sharq perlu menentukan harga tiketnya secara agresif, karena saat ini perusahaan tersebut kekurangan fasilitas pengalaman penumpang yang ditawarkan oleh pesaingnya. Khususnya, maskapai ini tidak menawarkan Wi-Fi atau minuman beralkohol di dalam pesawat.
Mengapa Ini Penting
Peluncuran layanan ini mencerminkan meningkatnya permintaan perjalanan ke dan dari Uzbekistan, serta ambisi maskapai ini untuk memperluas kemampuan penerbangan jarak jauhnya. Pasar telah menunjukkan permintaan untuk penerbangan langsung antara kedua lokasi tersebut, dan Qanot Sharq akan berusaha untuk menciptakan ceruk pasar melalui harga yang kompetitif. Rute ini merupakan rute terpanjang yang dimiliki maskapai ini, yang sebelumnya mengoperasikan A330 dengan tujuan di Tiongkok, Korea Selatan, dan Thailand.
Penambahan layanan Qanot Sharq memberikan lebih banyak pilihan bagi penumpang yang melakukan perjalanan antara Asia Tengah dan Amerika Serikat, namun maskapai ini akan menghadapi tantangan dalam bersaing dengan kehadiran Uzbekistan Airways.