Bagi banyak pelancong, segelas anggur atau bir di udara adalah bagian dari pengalaman. Namun beberapa maskapai penerbangan tidak menyajikan alkohol sama sekali, sementara maskapai lain memperbolehkan penumpang membawa minuman beralkohol sendiri. Panduan ini merinci maskapai penerbangan mana yang “kering” dan apa aturannya, sehingga Anda dapat terbang dengan persiapan.
Maskapai Penerbangan Mana yang Tidak Menyajikan Alkohol?
Sejumlah maskapai penerbangan tidak menyajikan minuman beralkohol di dalam pesawat, seringkali karena alasan budaya atau agama. Berikut daftar operator besar yang tidak menawarkan minuman beralkohol:
- Air Arabia: Maskapai bertarif rendah yang berbasis di UEA.
- Biman Bangladesh Airlines: Maskapai penerbangan nasional Bangladesh.
- EgyptAir: Maskapai andalan Mesir.
- Iran Air: Maskapai penerbangan nasional Iran.
- Iraqi Airways: Maskapai penerbangan negara Irak.
- Jazeera Airways: Maskapai penerbangan bertarif rendah Kuwait.
- Kuwait Airways: Maskapai penerbangan nasional Kuwait.
- Mahan Air: Maskapai penerbangan Iran.
- Pakistan International Airlines (PIA): Maskapai nasional Pakistan.
- Royal Brunei Airlines: Maskapai penerbangan utama Brunei.
- Saudia (Saudi Arabian Airlines): Maskapai nasional Arab Saudi.
- Turkmenistan Airlines: Maskapai penerbangan nasional Turkmenistan.
Daftar ini tidak lengkap, karena maskapai penerbangan regional yang lebih kecil mungkin juga tidak menyajikan minuman beralkohol. Alasannya beragam, namun sering kali terkait dengan norma agama atau budaya di negara asal maskapai tersebut.
BYOB: Maskapai Mana yang Mengizinkan Anda Membawa Milik Anda?
Beberapa maskapai penerbangan kering mengizinkan penumpang membawa alkohol sendiri ke dalam pesawat, meskipun aturan konsumsi tetap berlaku. Ini termasuk:
- EgyptAir: Memungkinkan penumpang mengonsumsi alkohol yang dibawa ke dalam pesawat.
- Kuwait Airways: Sebelumnya diketahui mengizinkan penumpang mengonsumsi alkohol yang dibeli atau dibawa ke dalam pesawat.
- Royal Brunei Airlines: Mengizinkan konsumsi alkohol hanya pada penerbangan ke Brunei, karena alkohol dilarang di negara tersebut. Sisa alkohol harus dibuang sebelum mendarat.
Catatan Penting: Kebijaksanaan kru adalah kuncinya. Selalu minta izin sebelum mengonsumsi alkohol dalam penerbangan apa pun untuk menghindari masalah.
Pembatasan Khusus Rute
Beberapa maskapai penerbangan memberlakukan larangan alkohol hanya pada rute tertentu.
- Penerbangan ke/dari Arab Saudi: Maskapai yang terbang ke atau dari Arab Saudi tidak boleh menyajikan alkohol di wilayah udara Saudi. Banyak operator melarang alkohol sepenuhnya pada rute ini demi kesederhanaan.
- Penerbangan Domestik: Air India, Oman Air, Thai Airways, dan Turkish Airlines biasanya tidak menyajikan alkohol pada rute domestik.
- Regional vs. Internasional: Aerolineas Argentinas membatasi alkohol hanya untuk rute internasional, sementara Malaysia Airlines diam-diam menawarkan anggur berdasarkan permintaan di beberapa penerbangan tetapi tidak mengiklankannya.
Apakah Ini Penting?
Apakah suatu maskapai penerbangan menyajikan alkohol atau tidak adalah pilihan pribadi. Beberapa pelancong sepenuhnya menghindari maskapai kering, sementara yang lain tidak keberatan. Kurangnya alkohol tidak selalu menunjukkan pelayanan yang buruk; beberapa maskapai penerbangan kering memberikan kompensasi dengan pilihan minuman non-alkohol yang sangat baik.
Namun, perlu diingat bahwa alkohol membuat Anda dehidrasi selama penerbangan dan dapat memperburuk jet lag.
Intinya
Maskapai penerbangan mencerminkan budaya dan peraturan setempat mengenai alkohol. Jika Anda lebih suka minum selama penerbangan, hindari operator seperti Saudia atau maskapai dengan larangan ketat pada rute tertentu. Jika Anda fleksibel, beberapa maskapai penerbangan kering mengizinkan BYOB dengan batasan. Pada akhirnya, pilihannya tergantung pada prioritas Anda sebagai seorang traveler.