Sektor perjalanan sedang mengalami transformasi pesat, didorong oleh adopsi teknologi, perubahan perilaku konsumen, dan meningkatnya tekanan politik. Perubahan ini tidak bersifat inkremental; hal-hal tersebut mewakili perubahan mendasar dalam cara orang melakukan perjalanan, apa yang mereka belanjakan, dan perusahaan mana yang berhasil.
Inovasi Berbasis AI: Melampaui Adopsi Tingkat Permukaan
Perusahaan penerbangan dan perusahaan perjalanan secara agresif menerapkan integrasi Kecerdasan Buatan (AI), namun kemajuan sebenarnya bergantung pada perombakan infrastruktur yang sudah ketinggalan zaman, bukan sekadar menambahkan teknologi baru ke sistem lama. Perusahaan yang menerapkan strategi “mengutamakan AI” dapat beralih dari penyelesaian masalah reaktif ke personalisasi proaktif dalam skala besar, sehingga meningkatkan pengalaman pelanggan. Ini berarti membangun kembali sistem inti untuk memprioritaskan AI sejak awal.
Akhir dari Perjalanan Berlebihan: Dampak Ozempic terhadap Pengeluaran
Selama beberapa generasi, industri perjalanan berkembang pesat karena kesenangan: porsi yang lebih besar, minuman yang lebih banyak, dan pengeluaran yang tidak terkendali. Namun, munculnya obat penurun berat badan yang laris seperti Ozempic mengganggu model ini. Seiring dengan perubahan perilaku konsumen di tingkat populasi, aliran dana perjalanan beralih dari ekses tradisional. Hal ini mempunyai implikasi signifikan bagi hotel, restoran, dan maskapai penerbangan yang sebelumnya bergantung pada wisatawan dengan pengeluaran tinggi.
Tekanan Aktivis: CEO sebagai Target dalam Kampanye Politik
Kelompok aktivis meningkatkan taktiknya, dan kini secara langsung menargetkan kediaman pribadi para eksekutif perusahaan perjalanan – seperti CEO Hilton – untuk memprotes kebijakan seperti perumahan bagi Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE). Hal ini menandai tingkat intensitas baru dalam gerakan anti-ICE dan menggarisbawahi semakin besarnya risiko reputasi yang dihadapi oleh grup hotel di iklim yang sangat terpolitisasi. Perusahaan harus mengantisipasi dan mempersiapkan tindakan langsung terhadap kepemimpinan mereka.
Optimalisasi Armada: Ekspansi Flyadeal di Tengah Tantangan Rantai Pasokan
Flyadeal, maskapai penerbangan berbiaya rendah Arab Saudi, mendorong pemanfaatan armada secara maksimal untuk mendorong ekspansinya. Meskipun CEO percaya bahwa penundaan pengiriman pesawat terburuk telah berlalu, keandalan mesin dan kekurangan suku cadang masih merupakan hambatan yang kritis. Hal ini menyoroti masalah yang lebih luas dalam industri penerbangan: bahkan dengan peningkatan produksi, mempertahankan kesiapan operasional memerlukan penanganan terhadap gangguan rantai pasokan yang kompleks.
Industri perjalanan tidak lagi hanya soal destinasi dan kenyamanan; hal ini adalah tentang mengatasi disrupsi teknologi, mengubah kebiasaan konsumen, dan meningkatkan pengawasan politik. Perusahaan yang gagal beradaptasi akan menghadapi risiko keusangan dalam lanskap yang berkembang pesat ini.





















