Sektor perjalanan sedang mengalami perubahan pesat, didorong oleh adopsi teknologi, akuisisi strategis, dan tekanan geopolitik. Perkembangan terkini menyoroti pergeseran ke arah restrukturisasi mendasar dibandingkan integrasi AI yang dangkal, bersamaan dengan ekspansi internasional dan ketidakstabilan waralaba internal.
AI Beyond Add-Ons: Membangun Kembali Teknologi Perjalanan
Maskapai penerbangan dan perusahaan perjalanan semakin menyadari bahwa menambahkan alat AI ke sistem yang sudah ketinggalan zaman saja tidak cukup untuk mencapai perbaikan jangka panjang. Keuntungan nyata datang dari perombakan platform inti, memungkinkan operasi proaktif, pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi, dan proses yang disederhanakan. Hal ini menunjukkan strategi investasi jangka panjang yang berfokus pada infrastruktur dibandingkan perbaikan cepat.
Ekspansi Ixigo di Eropa: Permainan yang Berfokus pada Rel
Perusahaan perjalanan India Ixigo telah melakukan akuisisi internasional besar pertamanya, menargetkan pasar kereta api Eropa. Langkah ini penting karena keberhasilan Ixigo berasal dari penguasaan segmen bervolume tinggi dan bermargin rendah seperti perjalanan kereta api dan bus – sebuah ceruk di mana Eropa masih mempertahankan ekosistem yang kuat. Hal ini menunjukkan pendekatan yang penuh perhitungan terhadap pertumbuhan internasional, memanfaatkan keahlian yang ada dibandingkan bersaing secara langsung di pasar penerbangan yang sudah jenuh.
Kekhawatiran Tata Kelola Vacasa: Kegelisahan Penerima Waralaba
Casago, di bawah kepemilikan Vacasa, mengalami perubahan tata kelola internal yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan pewaralaba. Dalam model waralaba, kepercayaan diri dan persepsi kepemimpinan sangatlah penting, bahkan lebih penting daripada restrukturisasi keuangan saja. Ketidakstabilan ini dapat menyebabkan keluarnya pewaralaba, hal ini menunjukkan adanya keseimbangan antara kendali perusahaan dan kepercayaan operator independen.
Tindakan Keras Imigrasi dan Buruh Hotel
Serikat pekerja hotel terbesar di AS mengklaim bahwa penegakan imigrasi yang lebih ketat berdampak langsung pada lapangan kerja di industri ini. Tindakan keras terhadap pekerja tidak berdokumen berdampak pada pasokan tenaga kerja dan kepercayaan wisatawan, karena hotel bergantung pada tenaga kerja yang stabil untuk mempertahankan operasionalnya. Hal ini menggarisbawahi bagaimana kebijakan geopolitik dapat mempunyai konsekuensi ekonomi yang nyata bagi sektor perjalanan.
Pergeseran ini – dari infrastruktur teknologi ke ekspansi internasional dan dampak pasar tenaga kerja – menunjukkan bahwa industri perjalanan menghadapi tantangan yang kompleks sekaligus mengupayakan pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang. Fokusnya kini beralih pada kelangsungan hidup jangka panjang, bukan hanya keuntungan jangka pendek.






















